Resistensi antibiotik adalah
keadaan dimana kuman tidak mampu lagi dibunuh oleh antibiotik. Hal ini mulai
menjadi issue hangat di DUNIA, bahkan
dianggap sebagai krisis pengobatan dalam melawan infeksi.
Mengapa kita harus tahu dan
peduli dengan resistensi antibiotik?
Tahukah anda pada perang dunia
pertama bahwa Alexandre Fleming, penemu penicillin sebagai antibiotik pertama,
merupakan Kapten dari Tim Bantuan Medis untuk peperangan. Ia menyadari bahwa
sebagian besar kematian tentara bukan
terjadi akibat pertempuran di medan perang, tetapi diakibatkan oleh infeksi. Kemudian pada perang dunia ke-2, Howard
Florey dan Ernst Chain melanjutkan penelitian Fleming ttg penicillin dan
memproduksinya untuk digunakan untuk mengobati tentara yang mengalami infeksi.
Hasilnya, penicillin berjasa menyelamatkan
12-15% nyawa, sehingga menekan jumlah kematian akibat infeksi, artinya 12-15
orang selamat dari 100 orang yang terancam nyawanya akibat infeksi.
Sehingga obat ini dikenal dengan sebutan “miracle drug”.
Dapatkah anda bayangkan ketika masa sebelum penicillin ditemukan, seseorang
yang hanya mendapatkan luka goresan kemudian mengalami infeksi dapat mengancam
nyawa orang tersebut? Masa-masa ini mungkin saja terulang, yang disebut “post
antibiotics era”, masa dimana infeksi tidak lagi dapat disembuhkan dengan
pengobatan antibiotik. Masa-masa ini sedang dimulai dengan telah munculnya
beberapa kuman yang resisten terhadap antibiotik.
Apa saja penyebab krisis resistensi
antibiotik?
-
Penggunaan
yang berlebihan atau tidak sesuai indikasi. Contohnya dengan mudahnya
antibiotik dibeli bak kacang goreng, menyebabkan mudahnya akses antibiotik
kepada masyarakat. Misalnya ketika seseorang terkena radang tenggorokan, seketika
memutuskan untuk membeli sendiri antibiotik untuk radang tenggorokannya yang
mana sebenarnya tidak perlu. Fleming sendiri telah mengingatkan dengan
mengatakan “public will deman [the drug and] … then will begin era … of abuses”.
Contoh lainnya adalah penggunaan antibiotik yang tidak tepat dosis dan lama
penggunaan, yang tidak mengikuti aturan penggunaan. Hal ini sangat memerlukan
peran stakeholder untuk sadar dalam indikasi penggunaan antibiotik serta edukasi
penggunaan antibiotik, juga diperlukan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan
dirinya ke dokter ketika mengalami masalah kesehatan.
-
Penggunaan
antibiotik yang ekstensif pada bidang agrikultur. Dimana transfer kuman
resisten antibiotik oleh hewan ternak telah terjadi sekitar 30 tahun yang lalu.
Penggunaan antibiotik dalam agrikultur juga mempengaruhi mikrobiota lingkungan,
sehingga terjadi ketidakseimbangan lingkungan
-
Kurangnya pengembangan
antibiotik baru saat ini. Pada tahun 1980-1984 pengembangan antibiotik
mencapai angka 19 jenis, tetapi saat ini pada periode 2010-2014 hanya 6 jenis
antibiotik baru yang dikembangkan, bahkan pada periode 2005-2009 hanya 4 jenis
antibiotik.
Hal tersebut tentunya menjadi
momok yang mulai memunculkan taringnya saat ini, sehingga kita dituntut untuk
bijak dalam penggunaan antibiotik. Dimana perlu kita sadari bahwa perkembangan kuman yang resisten terjadi di
seluruh penjuru dunia. Mengingat transportasi yang sudah sangat maju yang
dapat menghubungkan berbagai belahan dunia, hal ini tentu menjadi salah satu
faktor yang membantu penyebaran kuman resisten dari satu tempat ke tempat yang
lain.
Ini adalah hal yang sangat
mengerikan bagi dunia kesehatan tentunya, sehingga diharapkan partisipasi
kepedulian semua pihak demi keberlangsungan kesehatan yang berimbas pada
kehidupan.
*Noted:
- Infeksi yang dibahas adalah infeksi terkait bakteri
- Jika anda membutuhkan buku “Pemilihan
Antibiotik Secara Rasional” anda dapat menghubungi saya, dan akan saya
berikan file ebooknya secara gratis.
Sumber :
1. Ventola, C. Lee. The
Antibiotic Resistance Crisis Part 1: Causes and Threats. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4378521/
2. Harrison JW. The beginning of
the end of the antibiotic era? Part II. Proposed solutions to antibiotic abuse.
Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9643260
3. Tan, Siang Yong, Yvonne
Tatsumura. Alexander Fleming (1881–1955): Discoverer of penicillin. Available
at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4520913/
5. http://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/antibiotic-resistance