Klaim Produk Kesehatan


Kembali soal klaim produk kesehatan terutama herbal.

Sebuah produk kesehatan dapat memiliki “klaim” setelah melalui serangkaian penelitian mulai dari penelitian pada sel dan hewan (fase preklinik) hingga pada manusia (fase klinik). Contohnya mengobati hipertensi. Kata “mengobati hipertensi” adalah klaim yang diperoleh dari proses penelitian tersebut yang bisa mencapai belasan hingga dua puluhan tahun untuk pengembangannya. 

Banyak orang yang belum paham terkait “klaim pengobatan” suatu produk. Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh marketing dan produsen nakal untuk menarik banyak pembeli. Masalahnya adalah terdapat unsur ketidaktahuan yang dimanfaatkan dalam meraup pundi-pundi keuntungan. 

Acap kali klaim produk herbal didaftarkan dengan klaim “suplemen kesehatan” untuk mendapatkan ijin edar. Dengan didaftarkan sebagai suplemen kesehatan maka semestinya sebuah produk hanya boleh dipasarkan dengan kata-kata seperti “membantu pertumbuhan dan perkembangan”, “mempertahankan kesehatan”, “mempertahankan kesehatan organ hati”, “mengurangi nyeri haid”, “membantu kesehatan dalam penuaan”, ”membantu menurunkan risiko dislipidemia”, dan lain-lain yang setara dengan kata-kata tersebut sesuai dengan hasil studi pembuktiannya (penelitian). 

Setiap klaim sebuah produk, dapat dibuktikan melalui uji pada hewan saja ataupun dilengkapi sampai uji pada manusia. Namun, sebuah produk saat ini belum diwajibkan untuk menuliskan sejauh mana uji telah dilakukan. Apakah hanya di hewan saja atau sudah sampai pada uji di manusia.
Perhatian lebih dapat ditujukan terhadap produk herbal, mengapa? Karena kecenderungan produk herbal yang beredar saat ini adalah campuran dari beberapa zat yang dianggap membantu dalam kesehatan. 

Sayangnya, beberapa produk memberikan klaim atas produknya berdasarkan masing-masing dari setiap kandungan produknya kemudian mengklaim dengan berbagai macam klaim yang mungkin saja bukan klaim yang didaftarkan untuk mendapatkan ijin edar. 

Contoh: 

Zat X, Y, dan Z secara TERPISAH telah diuji pada HEWAN. Mengindikasikan bahwa zat X berperan dalam menurunkan tekanan darah. Zat Y berperan dalam meningkatkan menunda pertumbuhan sel kanker. Zat Z berperan dalam menjaga kebugaran.
Kemudian dipasarkanlah produk A yang berisi zat X, Y, dan Z dengan klaim “mengobati berbagai macam penyakit”.
Apakah ini dapat dipercaya? TUNGGU DULU. Harus diperhatikan bahwa, jika produk A memberikan klaim atas produknya maka proses pembuktiannya adalah produk A yang berisi zat X, Y, dan Z diujikan pada hewan ataupun hingga tahap lanjut pada manusia sesuai dengan kaidah-kaidah pembuktian secara ilmiah. Maka UJI YANG HARUS DILAKUKAN adalah uji yang sesuai dengan komposisi produk A, berupa campuran zat X, Y, dan Z maupun kadar masing-masing zat tersebut. (Yang nantinya akan dipasarkan dengan klaim yang sesuai dengan hasil penelitian produk A setelah mendapatkan ijin edar)
Mengapa demikian? Karena jika belum dilakukan uji produk yang sesuai komposisi campuran zat X, Y dan Z maka interaksi antara zat X, Y, dan Z belum diketahui, mungkin saja justru interaksi antara zat X, Y, dan Z bersifat racun dan berbahaya bagi tubuh.

Jadi, kiatnya adalah


Jika anda ditawarkan produk kesehatan. YANG HARUS ANDA LAKUKAN:

1. Tanyakanlah “apakah produk tersebut sudah mendapatkan ijin edar?”

2. Jika sudah memiliki ijin edar, tanyakanlah “apa klaim yang didaftarkan untuk mendapatkan ijin edar tersebut?”

3. Jika klaim sudah jelas sesuai adalah klaim yang didaftarkan untuk mendapatkan ijin edar, tanyakan “uji untuk membuktikan klaim tersebut sudah sampai dimana? Apakah pada sel? Pada hewan? Atau sudah sampai uji pada manusia?”

4. Kemudian tanyakan, dalam uji pembuktian klaim tersebut, apakah komposisi zat yang diuji adalah komposisi yang sama dengan produk yang dipasarkan? (Komposisi sama dan kadar sama)

5. Jika pertanyaan nomor 1 tidak terjawab, maka tidak perlu lanjut ke pertanyaan nomor 2, begitu pula jika pertanyaan nomor 2 tidak terjawab maka tidak perlu lanjut ke pertanyaan nomor 3, begitu juga hingga pertanyaan nomor 4. Jika hingga pertanyaan nomor 4 sudah terjawab dengan jelas maka silahkan tentukan pilihan anda, apakah akan menggunakan produk tersebut atau tidak.


Niigata, 21 September 2019.
Ditulis di tempat berteduh sehari-hari dalam kondisi kerinduan yang sangat berat terhadap nasi padang.

Salam Kenal