Jumat, 5 April 2019


Dalam beberapa bulan terakhir, jarak cukup menjadi kontributor ekstra dalam merasakan kekhawatiran. Tentu kehamilan menjadi hal yang lumrah bagi sebagian wanita, namun hal ini bukanlah hal mudah untuk dijalani. Dalam perspektif berat badan saja, seorang ibu harus mengeluarkan tenaga ekstra tatkala kehamilannya mencapai ukuran yang cukup besar. Suami hanya mampu memutar otak dan menjadi suporter untuk mencari jalan keluar agar keluhan-keluhan dalam kehamilan dapat teratasi. 

Ketika itu, waktu kehamilan telah mencapai waktu 40 minggu 2 hari. Sedangkan, tanda-tanda persalinan belum juga muncul. Akhirnya dengan segala pertimbangan medis, pada tanggal 5 April 2019 diputuskan untuk melakukan operasi sectio cesarian. 

Tepat di tanggal yang sama pada tahun 1803, seorang musisi legendaris, Ludwig van Beethoven, menampilkan “2nd symphony” untuk pertama kalinya di hadapan penikmat alunan musiknya. Selain itu, pada tahun 1962 Neil Armstrong melakukan penerbangan menggunakan X-15 mencapai ketinggian 54,600 kaki di atas permukaan laut. Penerbangan ini dikenal sebagai penerbangan yang dilengkapi dengan sistem kontrol penerbangan yang dapat beradaptasi sendiri. Hal ini pula yang menopang keberhasilan Neil Armstrong untuk merasakan kehidupan di luar angkasa sebagai orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan. 
Sepakbola turut merasakan sejarah pada tanggal yang sama tahun 1976. Lahir seorang pesepakbola hebat asal Spanyol, Fernando Morientes. Dimana pada laga final liga champions musim 2001-02 di Glasgow, pertandingan melawan Bayern Leverkusen, Ia bersama koleganya yaitu Zinedine Zidane berhasil menjadi bagian dari 11 pemain utama yang memenangkan turnamen tersebut. Tepat pula pada tanggal yang sama di tahun 2019, lahir sejarah lain dengan hadirnya sosok baru dalam keluarga kecil kami.



“Zidane Alaryc Marzuki”



Sebuah nama yang diadaptasi dari Zinedine Zidane, dengan mengharapkan kesuksesan yang diraih selama karirnya sebagai profesional. Bertautan dengan kata “Alaryc” diadaptasi dari kata “Alaric” nama seorang raja dari salah satu peradaban yang merupakan Germanic name untuk maskulin, berasal dari kata ‘Ala’ yang berarti everyone’s, dan ‘ric’ yang berarti ruler. Sebuah pengharapanpun muncul melaui nama tengah ini, yaitu hadirnya sosok pemimpin yang dapat memberikan kontrol terhadap “ketidaklurusan” pendahulu dan generasinya. Kemudian diakhiri dengan kata “Marzuki”, sebuah penghargaan atas kasih sayang, doa, kesabaran, serta usaha dan keringat sosok seorang ayah yang menjadi suri taudalan kehidupan.

Salam Kenal