Dalam beberapa bulan terakhir,
jarak cukup menjadi kontributor ekstra dalam merasakan kekhawatiran. Tentu kehamilan
menjadi hal yang lumrah bagi sebagian wanita, namun hal ini bukanlah hal mudah untuk
dijalani. Dalam perspektif berat badan saja, seorang ibu harus mengeluarkan
tenaga ekstra tatkala kehamilannya mencapai ukuran yang cukup besar. Suami
hanya mampu memutar otak dan menjadi suporter untuk mencari jalan keluar agar
keluhan-keluhan dalam kehamilan dapat teratasi.
Ketika itu, waktu kehamilan telah
mencapai waktu 40 minggu 2 hari. Sedangkan, tanda-tanda persalinan belum juga muncul.
Akhirnya dengan segala pertimbangan medis, pada tanggal 5 April 2019 diputuskan
untuk melakukan operasi sectio cesarian.
Tepat di tanggal yang sama pada tahun
1803, seorang musisi legendaris, Ludwig van Beethoven, menampilkan “2nd symphony”
untuk pertama kalinya di hadapan penikmat alunan musiknya. Selain itu, pada
tahun 1962 Neil Armstrong melakukan penerbangan menggunakan X-15 mencapai
ketinggian 54,600 kaki di atas permukaan laut. Penerbangan ini dikenal sebagai
penerbangan yang dilengkapi dengan sistem kontrol penerbangan yang dapat beradaptasi
sendiri. Hal ini pula yang menopang keberhasilan Neil Armstrong untuk merasakan
kehidupan di luar angkasa sebagai orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan.
Sepakbola turut merasakan sejarah
pada tanggal yang sama tahun 1976. Lahir seorang pesepakbola hebat asal Spanyol,
Fernando Morientes. Dimana pada laga final liga champions musim 2001-02 di
Glasgow, pertandingan melawan Bayern Leverkusen, Ia bersama koleganya yaitu
Zinedine Zidane berhasil menjadi bagian dari 11 pemain utama yang
memenangkan turnamen tersebut. Tepat pula pada tanggal yang sama di tahun 2019, lahir
sejarah lain dengan hadirnya sosok baru dalam keluarga kecil kami.
“Zidane Alaryc Marzuki”
Sebuah nama yang diadaptasi dari
Zinedine Zidane, dengan mengharapkan kesuksesan yang diraih selama karirnya
sebagai profesional. Bertautan dengan kata “Alaryc” diadaptasi dari kata “Alaric”
nama seorang raja dari salah satu peradaban yang merupakan Germanic name untuk maskulin, berasal dari kata ‘Ala’ yang berarti everyone’s, dan ‘ric’ yang berarti ruler. Sebuah pengharapanpun muncul
melaui nama tengah ini, yaitu hadirnya sosok pemimpin yang dapat memberikan
kontrol terhadap “ketidaklurusan” pendahulu dan generasinya. Kemudian diakhiri
dengan kata “Marzuki”, sebuah penghargaan atas kasih sayang, doa, kesabaran,
serta usaha dan keringat sosok seorang ayah yang menjadi suri taudalan
kehidupan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar