Saat ini berita tentang obat
ranitidin menyebabkan kanker sedang heboh-hebohnya. Apa sih maksudnya ranitidin
dapat menyebabkan kanker?
Ranitidin adalah salah satu
obat yang digunakan dengan indikasi untuk mengurangi pengeluaran asam lambung. Setiap
obat memiliki zat aktif dan impurities. Impurities merupakan bahan-bahan yang dapat diperoleh dari pengolahan
suatu zat. Ranitidin memiliki salah satu kandungan impurities-nya yaitu N-nitrosodimethylamine (NDMA). NDMA ini
merupakan salah satu zat yang dikenal karsinogenik atau istilah awamnya “dapat memicu
terjadinya kanker”. Tetapi, FDA menyatakan bahwa NDMA dianggap aman bila
dikonsumsi dalam jumlah kurang dari 0.096ยตg/hari.
Perlu diketahui bahwa NDMA juga
dapat diperoleh dari makanan yang melalui proses preservasi (cured meats, ikan, dan sayuran) seperti
ikan asin, makanan yang dibakar, bahkan juga dapat diperoleh dari minuman. Selain
itu NDMA juga dapat dibentuk di dalam tubuh akibat konsumsi bahan makanan yang
mengandung nitrat. Sedangkan NMDA pada obat biasanya terkait dengan proses
manufaktur.
Jadi, produk ranitidin yang
dimaksud menyebabkan kanker, sebenarnya adalah produk ranitidin yang memiliki
kandungan NDMA diatas ambang batas yang telah ditetapkan.
Terkait dengan penarikan
beberapa produk ranitidin, sampai tulisan ini dibuat, adalah sejumlah lima
produk. Empat produk injeksi alias diberikan pakai suntik dan satu produk
sirup. Selama pihak regulator (dalam hal ini BPOM) belum mengeluarkan surat perintah
penarikan terhadap produk lainnya, artinya produk-produk tersebut belum dibuktikan
melampaui ambang batas kadar NDMA (dalam investigasi maupun tidak terbukti
melampaui ambang batas NDMA).
Pertanyaan berikutnya yang
mungkin muncul adalah “apakah semua obat yang beredar mengandung NDMA?”, tidak
perlu khawatir, karena dalam proses pendaftaran sebuah produk obat untuk dapat
dipasarkan harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang sangat ketat termasuk impurities seperti NDMA.
Sumber:
1. https://www.pom.go.id/new/admin/dat/20191004/Lampiran_Penjelasan_Badan_POM_tentang_Penarikan_Ranitidin_yang_Terdeteksi_NDMA.pdf
2. PerKa
BPOM tentang Registrasi Obat
3. ICH
Guidelines – Impurities in New Drug Substance
5. https://www.fda.gov/drugs/drug-safety-and-availability/laboratory-analysis-valsartan-products
Tidak ada komentar:
Posting Komentar